ACA (Anti Cardiolipin)

Antibodi Cardiolipin atau disingkat ACA merupakan suatu antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang Cardioli...

Antibodi Cardiolipin atau disingkat ACA merupakan suatu antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang Cardiolipin. Lantas apa itu Cardiolipin? Singkatnya cardiolipin ini adalah fosfolipid yang ditemukan pada membran sel. Pada normalnya antibodi berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing yang masuk, sehingga ancaman yang dimungkinkan dapat disebabkan oleh benda asing tadi bisa segera di netralisir dan tidak membahayakan tubuh. Namun pada suatu kondisi tertentu antibodi tersebut gagal mengenali fosfolipid pada membran sel sehingga dia menganggap fosfolipid tersebut sebagai benda asing yang harus diserang. Kondisi ini disebut dengan sindrome Antifosfolipid.
ACA sering dikaitkan dengan kondisi janin pada saat dalam kandungan karena pada kondisi sindrome antifosfolipid terjadi pembekuan darah dalam ukuran mikro. Dan apabila seorang wanita hamil dengan ACA positif, maka kondisi ini dapat memengaruhi janin yang dikandungnya karena menyebabkan penyumbatan aliran makanan ke janin sehingga pertumbuhan janin terhambar, bahkan jika kondisinya parah dapat menyebabkan keguguran.

Bagaimana bisa sindrome tersebut dapat menyebabkan bekuan? Hal ini diduga antibodi yang terbentuk dapat menyebabkan penurunan kadar anexxin V yang merupakan salah satu protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah pembekuan darah. Selain itu antifosfolipid antibodi dianggap dapat menurunkan kadar prostasiklin, sebuah senyawa kimia yang dapat menceah berkumpulnya elemen keping darah yang normal.
Ada beberapa macam kelas Antibodi Cardiolipin ini diantaranya:
  1. IgG
  2. IgM
  3. IgA
Beberapa ahli berpendapat anticardiolipin antibody (ACA) merupakan salah satu jenis antibodi antifosfolipid yang dianggap dapat mengakibatkan terjadinya keguguran berulang. Salah satu teori yang menerangkan hal itu adalah terjadinya gangguan pada pembuluh darah plasenta. Seperti yang telah diuraikan bahwa seseorang yang memiliki antibodi antifosfolipid dalam tubuhnya, maka akan terdapat bekuan darah abnormal di dalam pembuluh darahnya. Jika pembuluh darah tersebut sampai pada daerah plasenta, tentu saja akan mengakibatkan gangguan aliran darah plasenta. Padahal, aliran darah tersebut diperlukan untuk mempertankan kehidupan janin dan plasenta itu sendiri. Janin akan mengalami kekurangan makanan dan akan terdapat kerusakan jaringan pada daerah tersebut, sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Meskipun demikian, tidak semua ilmuwan memiliki pendapat yang sama tentang sindrom antifosfolipid. Salah satunya adalah Dr. dr. T. Z. Jacoeb SPOG-KFER, salah seorang staf pengajar FKUI. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, ternyata ACA (anticardiolipin antibody) yang merupakan salah satu antibodi antifosfolipid tidak membahayakan kehamilan. Kadar progesteron yang rendah, justru dapat mengganggu kehamilan.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap beberapa orang wanita yang sedang hamil dan diketahui memiliki kadar progesteron yang rendah (kurang dari 18,9 ng/ml). Dari kelompok tersebut sebagian wanita diketahui terdapat ACA didalam tubuhnya. Kemudian mereka diberikan berbagai terapi yang berbeda-beda, baik tunggal maupun kombinasi. Sekelompok wanita diberikan terapi hormon hCG, yang lainnya diberikan progesteron sintetis. Kelompok wanita yang diketahui terdapat ACA didalam tubuhnya sebagian diberikan aspirin saja untuk mengatasi gangguan penggumpalan darah akibat ACA, sebagian lagi diberikan terapi kombinasi hCG dengan aspirin.

Pemberian hCG atau progesteron sintetis dimaksudkan untuk meningkatkan kadar hormon progesteron dalam darah wanita hamil yang berfungsi untuk mengamankan plasenta selama masa kehamilan. Sedangkan tujuan pemberian aspirin adalah untuk menghindari terjadinya trombosis yang diduga diakibatkan oleh ACA.

Setelah dibandingkan, terdapat bukti adanya perbedaan bermakna antara beberapa kelompok tersebut. Bagi kelompok yang mendapatkan hCG diketahui beberapa saat kemudian kadar progesteronnya meningkat, dan jumlah wanita hamil yang dapat melahirkan dengan selamat meningkat secara bermakna, sedangkan kelompok yang diberikan progesteron sintetis saja tidak terdapat peningkatan kemaknaan dari proses kehamilan yang aman. Pada kelompok wanita yang hanya diberikan aspirin saja dengan anggapan bahwa mereka akan terhindar dari kelainan sindrom antifosfolipid, angka kegagalannya untuk mempertahankan kehamilan tetap tinggi. Sedangkan wanita yang diberikan pula hCG, maka angka keberhasilan mempertahankan kehamilan meningkat secara bermakna.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kelompok yang diberikan terapi aspirin saja (dianggap gangguan akibat ACA dapat diatasi) namun kadar progesteronnya tetap rendah, maka kemungkinan munculnya gangguan kehamilan tetap tinggi. Sedangkan bila diberikan terapi hCG yang diharapkan dapat meningkatkan kadar progesteronnya dengan mengabaikan adanya kelainan sindrom antifosfolipid, maka terdapat kemaknaan bagi peningkatan jumlah wanita hamil yang dapat melahirkan dengan selamat.

Dalam penelitian ditemukan juga bahwa bagi wanita yang diberikan hCG, maka kemungkinan mempertahankan kehamilannya meningkat empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lain dalam kelompok tersebut yang tidak diberikan terapi hCG.

Lebih lanjut menurut pakar endokrin-reproduksi tersebut, ACA dapat muncul pada wanita yang mengalami kehamilan, dan fenomena tersebut merupakan hal yang normal. Dengan demikian wanita hamil yang diketahui terdapat ACA didalam tubuhnya tidak perlu khawatir terhadap hal itu karena merupakan suatu kondisi yang normal, demikian penegasan DR. Jacoeb.



Referensi
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18425414
https://en.wikipedia.org/wiki/Cardiolipin
https://id.wikipedia.org/wiki/Antibodi_antikardiolipin
http://bajajkt.blogspot.co.id

COMMENTS

ads
Name

Anatomi,1,ATLM-News,17,Biokimia,3,Biomed,5,Biomol,3,Blogger,3,Desain Penelitian,1,Epidemiologi,3,Health-News,12,Hematologi,15,Imunologi,10,Imunoserologi,11,Kesehatan,4,Kesling,1,Kimia Amami,4,Kimia Klinik,17,Klinik,10,Komputer,1,Malaria,1,Materi-Virologi,1,Mikrobiologi,9,Molekuler,1,News,3,Obat,1,Parasitologi,16,Patofisiologi,2,PatologiAnatomi,3,Penyakit,1,PustakaAnatomi,1,PustakaBakteriologi,6,PustakaBiokimia,3,PustakaBiomed,3,PustakaBiomol,3,PustakaHematologi,10,PustakaImun,8,PustakaKlinik,13,PustakaParasitologi,16,QC,3,SeminarWorkshop,11,Statistik,1,Tips,4,Tips Analis,1,Urin,2,
ltr
item
Laboratory Information Service: ACA (Anti Cardiolipin)
ACA (Anti Cardiolipin)
Laboratory Information Service
http://www.labkes.info/2017/11/aca-anti-cardiolipin.html
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/2017/11/aca-anti-cardiolipin.html
true
9052891487379458487
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy