Pemantapan Mutu Pra-Analitik Pemeriksaan Lab

Laboratorium klinik sebagai salah satu bagian sistem pelayanan kesehatan menempati posisi penting dalam diagnosis invitro. Setidakn...


Laboratorium klinik sebagai salah satu bagian sistem pelayanan kesehatan menempati posisi penting dalam diagnosis invitro. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa pemeriksaan laboratorium itu diperlukan, yaitu : Skrining, diagnosis, pemantauan progresifitas penyakit, monitoring pengobatan dan prognosis penyakit. Oleh karena itu laboratorium harus dapat memberikan data hasil pemeriksaan yang teliti cepat dan tepat.
Dalam proses pengendalian mutu lab dikenal ada 3 tahap penting yaitu pra-analitik, analitik dan pasca analitik. Kesalahan pada proses pra analitik dapat memberikan kontribusi 61% dari total kesalahan sementara kesalahan pada tahap analitik memberikan kontribusi kesalahan 25% dari total kesalahan dan pada tahap pasca analitik sebesar 14%.
Proses pra-analitik meliputi persiapan pasien, pengambilan spesimen, pengiriman spesimen, penangan spesimen, dan penyimpanan spesimen.

PERSIAPAN PASIEN
Persiapan pasien dimulai saat seorang dokter merencanakan pemeriksaan laboratorium bagi pasien. Pemilihan jenis tes yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien akan menghasilkan interpretasi yang berbeda. Ketaatan pasien akan instruksi yang diberikan oleh dokter atau paramedis sangat berpengaruh terhadap hasil laboratorium. Hal yang sama juga dapat terjadi bila keluarga pasien yang merawat  tidak mengikuti instruksi tersebut dengan baik.
Ada beberapa sumber kesalahan yang kurang terkontrol dari proses pra analitik yang dapat mempengaruhi pengujian laboratorium, tapi hampir tidak dapat diidentifikasi oleh staf laboratorium. ini terutama mencakup variabel fisik pasien, seperti latihan fisik, puasa, diet, stress, efek posisi, menstruasi, kehamilan, gaya hidup (konsumsi alkohol, rokok, kopi, obat adiktif), usia, jenis kelamin, variasi diurnal, pasca transfusi, pasca donasi, pasca oprasi dll. karena variabel-variabel tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar bagi hasil laboratorium.

PERSIAPAN SAMPLING
Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka sampel yang akan diperiksa di laboratorium haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Jenisnya sesuai dengan jenis pemeriksaan
2. Volumenya cukup
3. Kondisi baik: tidak lisis, segar. tak berubah warna, steril
4. Antikoagulan yang digunakan sesuai dengan pemeriksaan
5. Ditampung dalam wadah yang sesuai
6. Identitas sampel benar sesuai data pasien
Sangat baik jika sebelum dilakukan sampling, petugas harus memeriksa form permintaan laboratorium, identitas pasien, serta keterangan lainnya. Tanyakan persiapan yang telah dilakukan oleh pasien misalnya diet, puasa. Tanyakan juga mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, apakah minum alkohol atau tidak, merokok, dsb. Catat apakah pasien sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Bersih dan Kering
2. Tidak mengandung detergent atau bahan kimia
3. Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat dalam spesimen
4. Disposable
5. Steril
6. Tidak retak/pecah, mudah dibuka tutup, ukuran sesuai

Antikoagulan
Sesuai namanya antikoagulan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah. Jenis antikoagulan yang dipergunakan harus disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang diminta. Volume darah yang ditambahkan juga harus tepat.

Pemilihan Lokasi Pengambilan Spesimen
Darah vena : umumnya diambil dari vena lengan (median cubiti, vena cephalic, vena basilic). tempat pengambilan tidak boleh pada jalur transfusi atau infus, bekas luka, hematoma, oedema, canula, fistula.
Darah arteri: umumnya diambil dari arteri radialis (pergelangan tangan), arteri brachialis (lengan) atau arteri femoralis (lipat paha).
Darah kapiler: umumnya diambil dari ujung jari tengah atau jari manis tangan bagian tepi  atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki bayi. Tempat yang dipilih untuk pengambilan tidak boleh menunjuka gangguan peredaran darah seperti sianosis atau pucat.
Spesimen untuk pemeriksaan biakan kuman diambil dari tempat yang sedang mengalami infeksi kecuali darah dan cairan otak.

Waktu Pengambilan
Umumnya pengambilan dilakukan pada waktu pagi hari, karena pagi hari dinilai sebagai waktu yang sangat ideal, dimana belum ada intake makanan yang masuk kedalam tubuh yang dapat mempengaruhi beberapa pemeriksaan yang mewajibkan pasien harus berpuasa terlebih dahulu. Biasanya puasa dilakukan dengan rentang waktu 8-12 jam. Untuk pemeriksaan kultul kuman , spesimen harus diambil sebelum pemberian antibiotik, sedangkan untuk pemeriksaan GO diambil 2 jam setelah buang air yang terakhir. Untuk pemeriksaan malaria diambil pada saat pasien sedang sedangkan untuk pemeriksaan mikrofilaria spesimen harus diambil pada tengah malam.

PENGAMBILAN SAMPEL
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengambilan spesimen adalah sebagai berikut:
1. Teknik atau cara pengambilan: Pengambilan spesimen harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan standar operating procedure (SOP) yang ada.
2. Cara menampung spesimen dalam wadah penampung: 
a. Seluruh sampel harus masuk kedalam wadah (sesuai kapasitas), jangan ada yang menempel pada bagian luar tabung untuk menghindari bahaya infeksi
b. wadah harus dapat ditutup rapat dan diletakan dalam posisi berdiri untuk mencegah spesimen tumpah
c. Memindahkan spesimen darah dari syringe harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Darah harus segera dimasukan dalam tabung setelah sampling
- Lepaskan jarum, alirkan darah melalui dinding tabung secara perlahan agar tidak terjadi lisis
- Untuk pemeriksaan kultur kuman dan sensitivitas, pemindahan sampel ke dalam media dilakukan dengan cara aseptik
- Pastikan jenis antikoagulan dan volume darah yang ditambahkan tidak keliru
- Homogenisasi segera setelah darah dicampur dengan antikoagulan dengan lembut dan perlahan. Jangan mengocok tabung keras-keras agar tidak hemolisis.

d. Menampung spesimen urin:
- Sediakan wadah yang bersih, kering , tidak terkontaminasi oleh bahan apapun, mudah dibuka tutu[ dan bermulut lebar.
- Urin yang pertama kali keluar dibuang. Kemudian catat waktu dari pertama kali urin keluar selama 24 jam (untuk urin 24 jam). Pengambilan urin meadstrim dilakukan dengan cara membuang urin yang pertama kali keluar kemudian diambil urin dengna porsi tengah serta membuang urin porsi terakhir.
- Untuk mendapatkan spesimen cleant catch diperlukan cara pembersihan yang lebih baik:
 ○ Mulut uretra dibersihkan dengan sabun dan kemudian membilasnya sampai bersih
 ○ Pasien perempuan harus terlebih dahulu membersihkan labia minora lalu merenggangkannya saat buang air
- Perempuan yang sedang menstruasi atau mengeluarkan banyak secret vagina sebaikanya memasukan tampon sebelum mengumpulkan spesimen.
- Bagian luar wadah urin harus dibilas dan dikeringkan setelah spesimen didapat dan keterangan tentang pemeriksaan harus jelas dicantumkan.

e. Menampung Spesimen Tinja
- Sampel tinja sebaikanya berasal dari defekasi spontan. Jika sangat diperlukan, sampel tinja juga dapat diperoleh dari pemeriksaan colok dubur
- Masukan sampel ke  dalam wadah yang bersih, kering, tidak terkontaminasi oleh bahan apapun, mudah dibuka tutup dan bermulut lebar. Untuk pewarnaan BTA jangan gunakan wadah yang mengandung bercak lilin atau minyak, sebab zat ini dapat dilihat sebagai bintik-bintiktahan asam dan dapat menyulitkan penafsiran.
- Sebelum pengambilan spesimen, penderita diminta berkumur dengan air, bila mungkin gosok gigi terlebih dahulu. Bila memakai gigi palsi, sebaiknya dilepas dulu.
- Pada saat pengambilan spesimen penderita berdiri tegak atau duduk tegak
- Penderita diminta untuk menarik nafas dalam 2-3 kali kemudian keluarkan nafas bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai dahak keluar.
- Dahak yang dikeluarkan langsung ditampung dalam wadah dengan caea mendekatkan wadah kemulut.
- Amati keadaan dahak, dahak yang memenuhi syarat pemeriksaan akan tampak kental purulen dengan volume cukup (3-5 ml)
- Tutup wadah dengan rapat untuk menghindari kontaminasi dari udara dan secepatnya dikirim ke laboratorium.

Sumber-Sumber Kesalahan pada saat sampling
1. Pemasangan tourniquet terlalu lama dapat menyebabkan:
○ Protein (termasuk enzim), Ca2+, laktat, fosfat, dan Mg2+ akan meningkat
○ pH menurun, Hemokonsentrasi
○ PPT dan APTT mungkin memendek karena pelepasan tromboplastin jaringan ke dalam sirkulasi darah.
2. Pemompaan menyebabkan kalium, laktat, glukosa, dan Mg2+ meningkat sedangkan pH menurun
3. Pengambilan darah terlalu lama (tidak sekali tusuk kena) dapat menyebabkan:
○ Trombosit dan fibrinogen menurun; PPT dan APTT memenjang
○ Kalium, LDH dan SGPT/ALT meningkat.
4. Pengambilan darah pada jalur infus dapat menyebabkan:
○  Natrium meningkat pada infus saline
○  Kalium meningkat pada infus KCL
○  Glukosa meningkat pada infus Dextrose
○  PPT, APTT memanjang pada infus heparine
○  Kreatinin, fosfat, LDH, SGOT/AST, SGPT/ALT, Hb, Ht, Leukosit, Trombosit, Eritrosit menurun pada semua jenis infus
5. Homogenisasi darah dengan antikoagulan yang tidak sempurna atau keterlambatan homogenisasi menyebabkan terbentuknya bekuan darah
6. Hemolisis dapat menyebabkan peningkatan K+, Mg2+, Fosfat, aminotransferase, LDH, Fosfatase asam total.

IDENTIFIKASI SPESIMEN
 Pemberian identitas pasien atau spesimen adalah tahapan yang harus dilakukan karena merupakan hal yang sangat penting. Pemberian identitas meliputi pengisian formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dan pemberian label pada wadah spesimen. Keduanya harus cocok, pemberiaan identitas ini setidaknya memuat nama pasien, nomor ID atau nomor rekam medis serta tanggal pengambilan. Untuk spesimen beresiko tinggi (HIV, Hepatitis) sebaiknya disertai dengan tanda khusus pada label dan formulir permintaan laboratorium.

PENGIRIMAN SPESIMEN KE LABORATORIUM
Spesimen yang telah dikumpulkan harus segera dikirim ke laboratorium
1. Sebelum mengirim spesimen ke laboratorium, pastikan bahwa spesimen telah memenuhi persyaratan seperti yang tertera dalam persyaratan masing-masing pemeriksaan.
2. Apabila spesimen tidak memenuhi syarat agar diambil/dikirim ulang.
3. Pengiriman spesimen disertai formulir permintaan yang diisi data yang lengkap. Pastikan bahwa identitas pasien pada label dan formulir permintaan sudah sama.
4. Secepatnya spesimen dikirim ke laboratorium. Pneundaan pengiriman spesimen ke laboratorium dapat dilakukan selambat-lambatnya 2 jam setelah pengambilan spesimen.
Penundaan terlalu lama akan menyebabkan perubahan fisik dan kimia spesimen sehingga dapat menjadi sumber kesalahan dalam pemeriksaan seperti:
○ Penurunan kadar natrium (Na+), Glukosa Darah, angka leukosit dan angka trombosit
○ Perubahan morfologi sel darah pada pemeriksaan mikroskop
○ PPT/APTT memanjang
○ Peningkatan kadar Kalium (K+), Phosphate, LDH, SGPT/ALT
○ Lisisnya sel pada sampel LCS, transudat, eksudat
○ Perkembangbiakan bakteri
Penundaan pengiriman sampel urin
○ Unsur-unsur yang terbentuk dalam urin (sediment) terutama eritrosit, leukosit dan silinder mulai rusak dalam waktu 2 jam
○ Urat dan fosfat yang semula larut akan mengendap, sehingga menyulitkan pemeriksaan mikroskop atas unsur-unsur lain
○ Bilirubin dan urobilinogen teroksidasi bila berkepanjangan terkena sinar matahari
○ Bakteri bakteri akan berkembang biak yang akan menyebabkan terganggunya pemeriksaan bakteriologis dan pH
○ Jamur akan berkembang biak
○ Kadar glukosa mungkin menurun dan kalau semula ada, zat-zat keton dapat menghilang. Apabila akan ditunda pengirimannya dalam waktu yang lama spesimen harus disimpan dalam refrigerator/lemari es suhu 2-8 derajat celcius paling lama 8 jam.
5. Pengiriman sampel sebaikanya menggunakan wadah khusus, misalnya berupa kotak atau tas khusus yang terbuat dari bahan plastik, gabus (stryro-foam) yang dapat ditutup rapat dan mudah dibawa.

PENANGANAN SPESIMEN
○ Identifikasi dan registrasi spesimen
○ Seluruh spesimen harus diperlakukan sebagai bahan infeksius
○ Patuhi cara pengambilan spesimen dan pengisian tabung yang benar
○ Gunakan sentrifuge yang terkalibrasi
○ Segera pisahkan plasma atau serum dari darah dalam tabung
○ Jangan lupa untuk memberi label
○ Segera distribusikan spesimen ke ruang pemeriksaan

PENYIMPANGAN SPESIMEN
1. Penyimpanan spesimen dilakukan jika pemeriksaan ditunda atau spesimen akan dikirim ke laboratorium lain
2. Lama penyimpanan harus memperhatikan jenis pemeriksaan dan stabilitas sampelnya
3. Hindari penyimpanan whole blood di refrigerator
4. Sampel yang dicairkan (setelah dibekukan) harus dibolak balik beberapa kali dan terlarut sempurna, serta hindari terjadinya busa.
5. Simpan sampel untuk keperluan pemeriksaan konfirmasi atau pengulangan
6. Menyimpan spesimen dalam lemari es dengan suhu 2-8 derajat celcius, suhu kamar, suhu -20 derajat celcius, -70 derajat celcius atau -120 derajat celcius serta jangan sampai terjadi beku ulang.
7. Untuk jenis pemeriksaan yang menggunakan spesimen plasma atau serum, maka plasma atau serum dipisahkan dulu baru kemudian disimpan.
8. Memberi bahan pengawet pada spesimen
9. Menyimpan formulir permintaan lab di tempat tersendiri.

Waktu Penyimpanan Spesimen dan Suhu yang Disarankan:
○ Kimia Klinik : 1 minggu dalam refrigerator
○ Immunologi : 1 minggu dalam refrigerator
○ Hematologi : 2 hari pada suhu kamar
○ Koagulasi : 1 hari dalam refrigerator
○ Toksikologi : 6 minggu dalam refrigerator
○ Blood grouping : 1 minggu dalam refrigerator

COMMENTS

ads
Name

Anatomi,1,ATLM-News,14,Biokimia,3,Biomed,5,Biomol,3,Blogger,3,Desain Penelitian,1,Epidemiologi,3,Health-News,12,Hematologi,15,Imunologi,10,Imunoserologi,11,Kesehatan,4,Kesling,1,Kimia Amami,4,Kimia Klinik,17,Klinik,10,Komputer,1,Malaria,1,Materi-Virologi,1,Mikrobiologi,9,Molekuler,1,News,3,Obat,1,Parasitologi,16,Patofisiologi,2,PatologiAnatomi,3,Penyakit,1,PustakaAnatomi,1,PustakaBakteriologi,6,PustakaBiokimia,3,PustakaBiomed,3,PustakaBiomol,3,PustakaHematologi,10,PustakaImun,8,PustakaKlinik,13,PustakaParasitologi,16,QC,3,SeminarWorkshop,8,Statistik,1,Tips,4,Tips Analis,1,Urin,2,
ltr
item
Laboratory Information Service: Pemantapan Mutu Pra-Analitik Pemeriksaan Lab
Pemantapan Mutu Pra-Analitik Pemeriksaan Lab
http://4.bp.blogspot.com/-AIfS3s5n4o0/VjReVwhm40I/AAAAAAAAA9Y/pNti7JZr4Sk/s400/Screenshot_8.png
http://4.bp.blogspot.com/-AIfS3s5n4o0/VjReVwhm40I/AAAAAAAAA9Y/pNti7JZr4Sk/s72-c/Screenshot_8.png
Laboratory Information Service
http://www.labkes.info/2015/10/pemantapan-mutu-pra-analitik.html
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/2015/10/pemantapan-mutu-pra-analitik.html
true
9052891487379458487
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy