Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang ada pada tubuh kita, salah satu fungsinya yang sangat penting adalah pada sistem ekskres...


Ginjal merupakan salah satu organ penting yang ada pada tubuh kita, salah satu fungsinya yang sangat penting adalah pada sistem ekskresi sisa metabolisme tubuh. Klik disini untuk lebih mengetahui anatomi dan fisiologi ginjal.
Untuk dapat menjalankan fungsinya secara maksimal, maka ginjal harus sehat, untuk itu perlu diadakan uji fungsi ginjal, supaya kerusakan yang terjadi pada ginjal dapat dideteksi sejak dini sehingga progresivitas kerusakan ginjal dapat diperlambat.

Ureum

Ureum adalah hasil katabolisme protein yang pertama kali dipakai sebagai petanda faal ginjal, akan tetapi bukan merupakan petanda kerusakan ginjal yang ideal karena produksi ureum ini tidak tetap melainkan dipengaruhi oleh asupan protein dalam makanan. Pemeriksaan kadar ureum plasma dinyatakan sebagai blood urea nitrogen (BUN) atau bisa juga dinyatakan sebagai ureum serum. Ada 2 atom nitrogen dalam ureum yang berat molekulnya 28, sedangkan berat molekul ureum adalah 60. Jadi untuk merubah kadar BUN ke ureum masing-masing dalam mg% maka kadar ureum sama dengan  kadar BUN = 2,14 x kadar BUN. Kadar BUN adalah 8-26 mg/dL sedangkan kadar normal ureum serum adalah 17-56 mg/dL.
Metode kimiawi unutk menentukan urea umumnya telah diganti dengan metode enzimatik yang memanfaatkan urease sehingga sangat spesifik untuk urea.

Kreatinin

Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatin. Kreatinin sebagaian besar dijumpai di otot rangka, tempat zat ini terlibat dalam penyimpanan energi sebagai kreatin fosfat (CP). Dalam prosesnya, sejumlah kecil kreatin diubah secara ireversibel menjadi kreatinin yang dikeluarkan dari sirkulasi oleh ginjal. Jumlah kreatinin yang dihasilkan oleh seseorang setara dengan masa otot rangka yang dimilikinya. Nilai rujukan kreatinin adalah 0,6 sampai 1,3 mg/dl untuk laki-laki dan 0,5 sampai 1,0 mg/dl untuk perempuan.

Protein Urin

Adanya protein dalam urin merupakan tanda awal dari penyakit ginjal kronik, biasanya hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang direabsorpsi oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein dalam urin biasanya tidak melebihi 150 mg/24jam atau 10 mg/dl urin. Namun jika ekskresi protein melebihi 10 mg/dl maka disebut dengan proteinuria.

Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)

LFG merupakan tes terbaik untuk mengukur tingkat fungsi ginjal dan menentukan stadium penyakit ginjal. Untuk mengukur LFG ini dipakai zat indikator yaitu zat yang difiltrasi oleh glomerulus. Klirens (clearence) suatu zat adalah bilangan yang menyatakan seberapa banyak zat tersebut dikeluarkan dari plasma dibagi persatuan waktu pengukuran. Klirens ini dinyatakan dalam mol atau berat dari zat indikator per volume per satuan waktu. Jadi dengan memakai zat indikator yang ideal maka dapat diukur LFG dengan menggunakan rumus:  
Dengan U= Konsentrasi zat dalam urin, V=Volume urin dalam satuan waktu, P= Konsentrasi rata-rata zat dalam darah selama waktu t, dan t= lamanya penampungan urin.
Indikator yang digunakan untuk menentukan LFG dibagi menjadi dua yaitu zat indikator endogen (zat yang memang ada di dalam tubuh) dan indikator eksogen (zat dari luar tubuh).
Penentuan LFG dengan memakai zat indikator endogen

Klirens Ureum

Ureum adalah zat yang pertama kali dipakai sebagai petanda faal ginjal dengan berat molekul 60 Da sehingga bebas difiltrasi di glomerulus, namun ureum yang difiltrasi akan mengalami reabsorpsi di tubulus dengan jumlah yang tidak konstan. Cara menentukan klirens ureum ini adalah dengan mengukur jumlah ureum diurin yang ditampung selama 24 jam. Namun karena berbagai kendala seperti akurasi dari pengumpulan urin, ada perbedaan kadar pengeluaran urea di urin antara siang dan malam maka pengukuran klirens ureum sudah tidak dipakai lagi.

Klirens Kreatinin

Klirens kreatinin dilakukan dengan mngumpulkan urin selama 24 jam. Kreatinin merupakan zat endogen yang paling sering digunakan untuk menentukan LFG. Karena hampir seluruh kreatinin diekskresi melalui uirin.

Cystatin C

Cystatin adalah protein dengan berat molekul 3 Kdalton sebagai anggota cystein proteinase inhibitor. Cystatin C dibentuk oleh semua sel berinti dengan jumlah yang tetap, karena memiliki berat molekul yang rendah dan bermuatan positif maka cystatin C akan difiltrasi secara bebas di glomerulus. Akan tetapi kadar cystatin C dipengaruhi oleh gender dan ras, kadar cystatin C juga meningkat dengan bertambahnya usia.

Penentuan LFG dengan memakai zat indikator eksogen

Klirens Inulin

Inulin adalah zat inert yang merupakan zat indikator yang ideal untuk mengukur LFG karena tidak dimetabolisme dalam tubuh, hanya dikeluarkan oleh ginjal melalui proses filtrasi glomerulus, tidak direabsorpsi dan tidak disekresi oleh tubulus. Metode ini sampai sekarang masih di anggap baku emas, namun karena cara pemeriksaan ini tidak menyenangkan dimana orang harus dirawat dan diinfus kemudian berkali-kali di ambil darahnya, maka klirens inulin sudah tidak digunakan lagi dalam kegunaan sehari hari kecuali saat penelitian.

Radio Nuklida

Pengukuran LFG dengan metode radionuklida ini dilakukan dengan cara injeksi radionuklida satu kali saja, hal ini menjadikan pengukuran LFG menjadi mudah dibandingakan dengan pemberian melalui infus. Kelemahannya adalah kaerena disuntikan melalui vena dan sampel untuk mengukur klirens zat tersebut juga diambil dari vena, padahal keseimbangan antara kadar di arteri dan vena memerlukan waktu. Pemeriksaan radionuklida saat ini dianggap sebagai baku emas (gold standar) untuk mengukur LFG setelah inulin.

Penentuan LFG dengan cara estimasi (Estimated GFR)

Pengukuran LFG menggunakan metode klirens inulin walaupun menghasilkan nilai LFG yang akurat tetapi sulit unutk dilaksanakan pada praktek sehari hari, pengukuran LFG memakai radiofarmaka metodenya lebih mudah dan lebih nyaman dibandingkan klirens inulit tetapi biayanya mahal. Untuk mengatasi permasalah ini maka para ahli dalam rangka mengukur fungsi ginjal membuat terobosan, tidak mengukur LFG tetapi mengestimasinya dengan memakai formula. Zat yang dipakai untuk membuat formula adalah kadar kreatinin serum karena kreatinin hanya difiltrasi dan tidak disekresi amaupun direabsorpsi di sistem tubulus.


Formula yang digunakan untuk mengestimasi laju filtrasi glomerulus sangat banyak, salah satunya adalah formula yang dibuat oleh Cockcroft dan Gault


COMMENTS

ads
Name

Anatomi,1,ATLM-News,14,Biokimia,3,Biomed,5,Biomol,3,Blogger,3,Desain Penelitian,1,Epidemiologi,3,Health-News,12,Hematologi,15,Imunologi,10,Imunoserologi,11,Kesehatan,4,Kesling,1,Kimia Amami,4,Kimia Klinik,17,Klinik,10,Komputer,1,Malaria,1,Materi-Virologi,1,Mikrobiologi,9,Molekuler,1,News,3,Obat,1,Parasitologi,16,Patofisiologi,2,PatologiAnatomi,3,Penyakit,1,PustakaAnatomi,1,PustakaBakteriologi,6,PustakaBiokimia,3,PustakaBiomed,3,PustakaBiomol,3,PustakaHematologi,10,PustakaImun,8,PustakaKlinik,13,PustakaParasitologi,16,QC,3,SeminarWorkshop,8,Statistik,1,Tips,4,Tips Analis,1,Urin,2,
ltr
item
Laboratory Information Service: Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Pemeriksaan Fungsi Ginjal
http://i.imgur.com/WfJwoEh.png
Laboratory Information Service
http://www.labkes.info/2015/01/pemeriksaan-fungsi-ginjal.html
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/2015/01/pemeriksaan-fungsi-ginjal.html
true
9052891487379458487
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy