Tinjauan Umum Mengenai Hematokrit (Ht)

Definisi Hematokrit (Ht) Hematokrit (Ht) adalah persentase seluruh volume eritrosit yang dipisahkan dariplasma dengan cara memutarny...


Definisi Hematokrit (Ht)

Hematokrit (Ht) adalah persentase seluruh volume eritrosit yang dipisahkan dariplasma dengan cara memutarnya didalam tabung khusus dengan waktu dan kecepatan tertentu dimana nilainya dinyatakan dalam persen (%). Untuk tujuan ini, darah diambil dalam semprit dengan volume yang telah ditetapkan dan dipindahkan kedalam suatu tabung khusus berskala hematokrit (tabung wintrobe). Untuk pemeriksaan hematokrit darah tidak boleh dibiarkan menggumpal sehingga harus diberi antikoagulan. Setelah tabung tersebut diputar dengan kecepatan dan waktu tertentu, maka eritrosit akan mengendap (Sadikin, M. 2002).

Hematokrit adalah nilai yang menunjukan persentase zat padat dalam darah terhadap cairan darah. Dengan demikian, bila terjadi perembesan cairan darah keluar dan pembuluh darah, sementara bagian padatnya tetap dalam pembuluh darah, akan membuat persentase zat padat darah terhadap cairannya naik sehingga kadar hematokritnya juga meningkat (Hardjoeno, H. 2007).

Nilai hematokrit yang rendah sering ditemukan pada kasus anemia leukemia, sedangkan peningkatan nilai hematokrit ditemukan pada dehidrasi (suatu peningkatan relatif). Hematokrit dapat menjadi indikator keadaan dehidrasi. Hematokrit dapat mengindikasikan hemokonsentrasi, akibat penurunan volume cairan dan peningkatan eritrosit. ((http://id.wikipedia.org/wiki/Darah).)
.
Hematokrit dapat diukur pada darah vena atau kapiler berdasarkan perbandingan persentase volume eritrosit / volume darah dengan metode wintrobe atau metode mikro. Hematokrit juga dapat ditentukan dengan menggunakan instrumen elektronik automatik. Walaupun cara automatik lebih unggul dan cara manual, namun mempunyai keterbatasan seperti: harga yang cukup mahal, penggunaannya terbatas, khususnya di daerah apabila reagen habis biasanya pengiriman terlambat sehingga cara manual masih merupakan tes pilihan pada laboratorium, juga terkadang masih perlu dikonfirmasikan bila ada hasil diluar kemampuan alat.

Nilai Normal Hematokrit

Laki – laki : 40 – 48 vol %

Wanita : 37 – 43 vol %

Penyakit yang ditimbulkan

Jika hematokrit meningkat disebut : hemokonsentrasi

Contohnya : DBD
Jika hematokrit menurun disebut : hemodilusi

Cara Menghitung Jumlah Hematokrit
Prinsip

Darah dengan antikogulan isotonic dalam tabung disentrifus selama 15 menit dengan kecepatan 3000 rpm sehingga eritrosit dipadatkan membuat kolom dibagian bawah dan tabung tingginya kolom mencerminkan nilai hematokrit.


Alat

1. Tabung wintrobe
2. Tabung mikrokapiler
3. Sentifuge

Bahan

1. Darah
2. EDTA

Cara kerja

1. Mikrometode menurut Wintrobe

Isilah tabung wintrobe dengan darah oxalat, heparin atau EDTA sampai garis tanda 100 diatas.
Masukkan tabung itu kedalam sentrifuge yang cukup besar, pusingkan selama 30 menit pada kecepatan 300 rpm.
Bacalah hasil penetapan itu dengan memperhatikan :

Warna plasma diatas : warna kuning, itu dapat dibandingkan dengan larutan kaliumbichkromat dan intensitasnya disebut dengan satuan. Satuan – satuan sesuai dengan warna kaliumbichkromat 1 : 10.000
Tebalnya lapisan putih diatas sel – sel merah yang tersusun dari lekosit dan trombosit.

2. Mikrometode

Isilah tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk penetapan mikrohematokrit dengan darah.
Tutuplah ujung satu dengan nyala api atau dengan bahan penutup khusus.
Masukkan tabung kapiler itu kedalam centrifuge khusus yang mencapai kecepatan besar, yaitu lebih dari 16.000 rpm (centrifuge mikrohematokrit ).
Pusingkan selama 3 – 5 menit.
Bacalah nilai hematokrit dengan menggunakan grafik atau alat khusus.

Penetepan Nilai Hematokrit Cara Manual

Prinsip pemeriksaan hematokrit cara manual yaitu darah yang mengandung antikoagulan disentrifuse dan total sel darah merah dapat dinyatakan sebagai persen atau pecahan desimal (Simmons A, 1989).

Penetapan nilai hematokrit cara manual dapat dilakukan dengan metode makrohematokrit atau metode mikrohetokrit. Pada cara makrohematokrit digunakan tabung Wintrobe yang mempunyai diameter dalam 2,5 – 3 mm,panjang 110 mm dengan skala interval 1 mm sepanjang 100 mm dan volumenya ialah 1 ml. pada cara mikrohematokrit digunakan tabung kapiler yang panjangnya 75 mm dan diameter dalam 1 mm, tabung ini ada dua jenis, ada yang dilapisi antikoagulan Na2EDTA atau heparin dibagian dalamnya dan ada yang tanpa koagulan. Tabung kapiler dengan anti koagulan dipakai bila menggunakan darah tanpa anti koagulan seperti darah kapiler, sedangkan tabung kapiler dengan antikoagulan dipakai bila menggunakan darah dengan anti koagulan seperti darah vena (Wirawan,dkk 2000).

Metode mikrohematokrit mempunyai keunggulan lebih cepat dan sederhana. Metode mikrohematokrit proporsi plasma dan eritrosit (nilai hematokrit) dengan alat pembaca skala hematokrit

Penetapan Nilai Hematokrit Cara Otomatis

Pada umumnya laboratorium sekarang menggunakan metode otomatik untuk menghitung jumlah darah lengkap, dat rutin biasanya didapat meliputi Ht, Hb, jumlah volume eritrosit rata-rata (VER), hemoglobin rata-rata (HER) dan konsentrasi hemoglobin eritrosit rata-rata (KHER). Persamaan-persamaan berikut menjelaskan hubungan antara data-data tersebut : VER = Ht – jumlah eritrosit (dalam mikrometerkubik, atau fentoliter, FI). HER = Hb + jumlah eritrosit (dalam pikogram, pg), KHER = Hb – Ht (dalam gram / 100 ml RBC, g / dl eritrosit atau %).

Hematokrit diukur dari volume sel rata-rata dan hitung sel darah merah. Nilai normal hematokrit (Ht) sangat bervariasi menurut masing-masing laboratorium dan metode pemeriksaan (Gandasoebrata R, 2006, Weterburi L, 2001).

Table Nilai rujuk pemeriksaan Hematokrit

Bayi baru lahir : Hematokrit (%) 44-65
Anak (1-3 tahun) : Hematokrit (%) 29-40
Anak (4-10 tahun) : Hematokrit (%) 31-43
Pria dewasa : Hematokrit (%) 40-50
Wanita dewasa: Hematokrit (%) 36-46

Masalah-masalah Klinis yang mempengaruhi tinggi atau turunnya hasil hematokrit

Penurunan kadar hematokrit dapat terjadi pada beberapa kondisi tubuh, seperti anemia kehilangan darah akut, leukemia, kehamilan,malnutrisi,gagal ginjal. Sedangkan peningkatan kadar dapat terjadi pada beberapa kondisi : dehidrasi, diare berat, luka baker, pembedehan (Kee JL,1997)

Pemeriksaan hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium dalam mendiagnosa penyakit demam berdarah, dimana pada kasus tersebut terjadi penurunan kadar trombosit (trombositopeumia) secara derastis sampai dibawah 100.00 / mm3 yang diikuti dengan peningkatan kadar hematokrit 20 % atau lebih yang menunjukkan terjadi perembesan plasma atau lebih, dianggap menjadi bukti definitive adanya peningkatan permiabelitas vaskuler. Pada kasus tersebut kadar hematokrit dapat dipengaruhi baik pada pergantian volume tubuh secara dini atau oleh perdarahan.

Faktor-faktor Yang Dapat Mempengaruhi Nilai Hematokrit

Hematokrit biasanya tiga kali nilai Hb, kecuali bila ada bentuk dan besar eritrosit abnormal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai hematokrit ialah jumlah lekosit yang cukup tinggi, nilai glukosa dan natrium darah yang tinggi, hemolisis, dan kesalahan tehnik misalnya penggunaan antikoagulan yang tidak tepat (Hardjoeno, H. 2007).

Variabel-Variabel yang cenderung meningkatkan dan menurunkan nilai Hematokrit :
  • Meningkatnya nilai Hematokrit dapat disebabkan oleh dehidrasi, waktu tornikuet berkepanjangan, terpapar suhu dingin, peningkatan aktivitas otot, posisi berdiri tegak,diare berat, luka bakar, pembedahan dan teknik centrifugasi.
  • Menurunnya nilai hematokrit dapat terjadi pada beberapa kondisi tubuh seperti: anemia, leukimia, malnutrisi dan gagal ginjal.

 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan Hematokrit:

Kecepatan centrifuge

Makin tinggi kecepatan centrifuge semakin cepat terjadinya pengendapan eritrosit dan begitu pula sebaliknya, semakin rendah kecepatan centrifuge semakin lambat terjadinya pengendapan eritrosit.
Pengaruh kecepatan centrifuge, dapat kita lihat pada hasil pemeriksaan hematokrit dengan menggunakan kecepatan centrifuge 16.000 rpm dan selama 2-3 menit yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna

Waktu centritugasi

Selain radius dan kecepatan centrifuge, lamanya centrifugasi juga berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan hematokrit. Makin lama centrifugasi dilakukan maka hasil yang diperoleh semakin maksimal.

Beberapa sumber kesalahan dan pemeriksaan hematokrit yang mungkin terjadi pada pemeriksaan hematokrit terdiri dari :

1. Tahap pra analitik

Pada proses pengambilan sampel misalnya ujung jari yang masih basah oleh alkohol akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.

2. Tahap analitik

Pada tahap ini, kesalahan dapat berasal dari :
  • Alat: apabila alat yang digunakan kurang bersih dan tidak kering.
  • Sampel: kesalahan dan sampel dapat berasal dari apabila Pemeriksaan hematokrit tidak dikerjakan dalam waktu yang cepat setelah pengambilan darah, karena sampel darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk reuleux dan hasil pemeriksaan hematokrit menjadi lebih lambat, sampel yang digunakan hemolisis dan membeku.
  • Metode: kesalahan dapat berasal dari waktu sentrifugasi, kecepatan cenntrifuge tidak sesuai.
  • Tenaga analis: apabila pembacaan skala yang kurang akurat atau tepat.
3. Tahap pasca analitik

Kesalahan pada tahap ini biasanya bersifat administratif, misalnya salah menuliskan hasil (Hardjoeno, H. 2007).

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah
Harjdjoeno, H. 2007. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik Edisi III. Makassar:   LPI UNHAS
                Sadikin M, 2002. Biokimia Darah.  Jakarta: Widya Medika.

 source: labsaya.com, aboutlabkes.wordpress.com

COMMENTS

ads
Name

Anatomi,1,ATLM-News,14,Biokimia,3,Biomed,5,Biomol,3,Blogger,3,Desain Penelitian,1,Epidemiologi,3,Health-News,12,Hematologi,15,Imunologi,10,Imunoserologi,11,Kesehatan,4,Kesling,1,Kimia Amami,4,Kimia Klinik,17,Klinik,10,Komputer,1,Malaria,1,Materi-Virologi,1,Mikrobiologi,9,Molekuler,1,News,3,Obat,1,Parasitologi,16,Patofisiologi,2,PatologiAnatomi,3,Penyakit,1,PustakaAnatomi,1,PustakaBakteriologi,6,PustakaBiokimia,3,PustakaBiomed,3,PustakaBiomol,3,PustakaHematologi,10,PustakaImun,8,PustakaKlinik,13,PustakaParasitologi,16,QC,3,SeminarWorkshop,8,Statistik,1,Tips,4,Tips Analis,1,Urin,2,
ltr
item
Laboratory Information Service: Tinjauan Umum Mengenai Hematokrit (Ht)
Tinjauan Umum Mengenai Hematokrit (Ht)
http://biology.clc.uc.edu/fankhauser/Labs/Anatomy_&_Physiology/A&P202/Blood/hematocrit_use/05_hematocrit_after_spin_P3113671crop.JPG
Laboratory Information Service
http://www.labkes.info/2013/10/tinjauan-umum-mengenai-hematokrit-ht.html
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/
http://www.labkes.info/2013/10/tinjauan-umum-mengenai-hematokrit-ht.html
true
9052891487379458487
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy